Rasa Kampung yang Memberi Damai

Mudik pulang kampung, selalu dirasakan oleh para perantau dimasa Lebaran, paling banyak. Ada juga dimasa menjelang Natal dan Tahun Baru.

AH, rasanya indah sekali memiliki kampung halaman. Saya juga memilikinya, di Jakarta. Biasanya kami sekeluarga akan berkumpul pada hari Tahun Baru dan Imlek. Sungguh menyenangkan, ceria tertawa bersama keluarga besar. Menikmati santap bersama dengan rangkaian menu makanan yang berlimpah jenisnya.

Tapi hal tersebut hanya menimbulkan rasa nyaman dan bahagia saja, damai belum ada. Rasa yang kurang lengkap.

Kedamaian saya dapatkan ketika melihat hamparan gunung yang hijau, menikmati udara yang sejuk, dan hamparan sinar matahari yang menenangkan, walau menyilaukan.

Dokumentasi pribadi

Di Jakarta, saya gak akan pernah rela menunggu terbitnya matahari, apalagi saat hari libur. Namun, disini saya bisa menunggu terbitnya matahari, duduk diteras ditemani dengan hangatnya minuman cokelat.

Foto ini saya ambil setelah waktu subuh. Sangat menenangkan hati dan memberi sinyal damai. “Ah, andai rumahku disini, setiap hari melihat pemandangan yang sejuk seperti ini, semangat hidupku mungkin akan selalu tinggi.

Dipelataran, musik nuansa Sunda diperdengarkan. Tiada hentinya saya langsung mengabadikan momen diponsel, agar ketika rasa damai dalam diri itu pergi, saya bisa menikmati momen sembari mendengarkan instrumental musik Sunda melalui spotify.

Saya sangat menikmati musik-musik lokal Sunda dan Jawa, apalagi ditemani dengan santapan ala Nusantara, ditambah dengan pemandangan pegunungan dan pohon-pohon hijau, dengan udaranya yang semilir sejuk. Entah mengapa hati saya begitu tenang, dan benar-benar merasa “saya pulang kampung!”. Rasa damai selalu timbul.

Derap kayu tempat saya menginap sementara, sangat menghangatkan hati. Walau suaranya cukup bising saat tidur, karena ada gerakan sedikit, sang kayu akan berbunyi. Belum lagi malam hari dikala hujan, malah laron berkumpul, meriungi lampu. Tapi tidak menghilangkan kedamaian dihati. Tenang dan menikmati semua bunyi-bunyian kayu, serta pemandangan laron, sebelum menyadari waktu 3 hari sangat sebentar untuk dilewati sebelum kembali ke kota.

Ya, saya cukup bosan tinggal di kebisingan kota, dan mendengarkan hiruk pikuknya. Saya bosan dengan sistem kehidupan mengejar ekonomi sebanyak-banyaknya untuk mencapai kata sukses. Saya jenuh dengan sistem harus punya uang dulu baru bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.

Mungkin terdengar bodoh, tapi itulah yang saya rasakan, bosan.

Saya lebih tenang dengan kehidupan yang orang sebut “kampung”. Mendengar kehidupan kampung, rasa-rasanya mereka lebih kaya dibandingkan orang yang tinggal di kota.

Mungkin mereka tidak memiliki teknologi yang canggih, tapi mereka menikmati hidup, mereka memiliki kekayaan yang orang kota tidak miliki. Sayur tinggal metik, buah tinggal metik, menghirup udara seperti tidak berebut dengan mesin kendaraan. Udara masih sejuk,

Andai uang dan teknologi tidak didoktrin menjadi acuan kesuksesan, mungkin banyak orang yang mensyukuri kekayaan alam milik pedesaan. Bahkan mungkin, orang kota yang malah merasa “miskin” dibandingkan kampung, yang mau makan tinggal menikmati panen sendiri. Saling berbagi, saling namu, dan saling melempar senyuman ramah, kekayaan mental yang selama ini dicari oleh para orang kota, hingga mereka mesti ke psikolog, berlomba mendaftarkan diri untuk yoga dan mempelajari pola hidup mindfulness.

Banyak yang mencibir pemikiran saya, “palingan kalau benar tinggal di kampung, dalam sebulan sudah bosan”. Entahlah, saya tidak berani menjaminnya. Tapi yang pasti saya merasakan kedamaian dan ketenangan ketika menikmati alam di Indonesia, termasuk musik tradisionalnya. Saya ingin tinggal disana, menjadi bagian dari kehidupan kampung, menikmati alam, menikmati sejuknya udara, menyingkirkan diri dari hiruk pikuknya kota.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s